| Michael Schumacher |

Michael Schumacher di Grand Prix Bahrain 2012. |
| Lahir | 3 Januari 1969 (umur 43)
Hürth, Nordrhein-Westfalen, Jerman Barat |
| Sejarah karier dalam ajang Formula Satu |
| Kebangsaan | Jerman |
| Tim | Jordan, Benetton, Ferrari, Mercedes GP |
| Jumlah lomba | 308 (307 start) |
| Juara dunia | 7 (1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004) |
| Menang | 91 |
| Podium | 155 |
| Total poin | 1.566 |
| Posisi pole | 68 |
| Lap tercepat | 77 |
| Lomba pertama | Grand Prix Belgia 1991 |
| Menang pertama | Grand Prix Belgia 1992 |
| Menang terakhir | Grand Prix China 2006 |
| Lomba terakhir | Grand Prix Brasil 2012 |
| Klasemen 2012 | Posisi 13 (49 poin) |
| Tanda tangan |  |
| Statistik terbaru di catat pada 27 November 2012. |
Michael S. Schumacher,
Légion d'honneur[1] (
pengucapan bahasa Jerman: [ˈmɪçaʔeːl ˈʃuːmaxɐ] (
simak), akrab disapa
"Schumi"[2],
"Schuey",
[3] atau
"Schu"[4],lahir di
Hürth,
Nordrhein-Westfalen,
Jerman Barat,
3 Januari 1969; umur 43 tahun)
[5] adalah seorang mantan pembalap
Formula 1 asal Jerman.
[6] Ia berkarier di F1 dalam dua kesempatan berbeda, yang pertama dari tahun 1991 sampai 2006 dengan bergabung bersama
Jordan,
Benetton, dan
Ferrari dan yang kedua dari tahun 2010 sampai 2012 bersama tim
Mercedes GP. Adiknya,
Ralf, yang saat ini membalap di ajang DTM bersama tim
Mercedes-Benz, juga sempat turun sebagai pembalap Formula 1 dari musim
1997 sampai
2007. Schumi pertama kali membalap di ajang Formula 1 pada tahun
1991, sejak saat itu ia telah menjuarai 91 balapan Formula 1 dan tujuh kali merebut gelar juara dunia (
1994,
1995,
2000,
2001,
2002,
2003,
2004).
[5] Ia juga memegang berbagai rekor pribadi di arena F1 seperti juara dunia paling banyak, kemenangan terbanyak, pemegang pole position terbanyak, peraih poin paling banyak (dengan sistem sebelum 2010)
[7], dan jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim (13 kali di musim
2004). Schumi merupakan satu dari sekian banyak legenda hidup Formula 1 yang sangat popular hingga saat ini.
[8][9]
Schumi, bersama
Jimmie Johnson (
NASCAR),
Valentino Rossi (
MotoGP) dan
Sebastien Loeb (
WRC), juga banyak disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal
Abad 21. Ia juga bersama sang adik yaitu Ralf merupakan satu-satunya pasangan kakak beradik yang sukses mencatatkan kemenangan balapan 1-2 di
GP Kanada 2001 dan
GP Kanada 2003. Di luar trek balapan sendiri, Schumi merupakan salah satu duta dari UNESCO dan juga duta untuk keselamatan pengemudi jalan raya. Ia juga sering menyumbangkan uang penghasilannya untuk beberapa kegiatan amal dan kemanusiaan bagi yang membutuhkan di seluruh dunia.
[10]
Namun dibalik kariernya yang cukup luar biasa, Schumi juga memiliki beberapa
kontroversi, diantaranya adalah pada saat perebutan gelar juara dunia melawan
Damon Hill di
GP Australia 1994 dan melawan
Jacques Villeneuve di
GP Eropa 1997 yang menyebabkan Schumi terkena diskualifikasi dari kejuaraan dunia. Sampai saat ini Schumi memegang rekor sebagai satu-satunya pembalap yang terkena diskualifikasi dari klasemen kejuaraan dunia.
Awal karier Schumi sendiri dimulai dari balapan gokart sebelum kemudian ia pindah ke ajang
single seater dan kemudian berhasil memenangi Formula König dan
Formula Tiga. Ia kemudian dikontrak oleh
Mercedes-Benz untuk turun di ajang Sportscar sebelum kemudian dikontrak oleh
Jordan Grand Prix untuk membalap di
GP Belgia 1991. Dari sana ia kemudian ditarik masuk ke
Benetton oleh
Flavio Briatore. Setelah berhasil menjadi juara dunia di
1994-
1995, Schumi lantas hengkang ke Ferrari pada tahun 1996 dan kemudian berhasil mendominasi F1 selama lima musim berturut-turut dari
2000-
2004. Ia kemudian pensiun dari F1 di akhir musim 2006 dan menjadi konsultan untuk tim Ferrari.
[11] Pada pertengahan
2009 Schumi nyaris saja kembali ke ajang F1 bersama tim Ferrari setelah
Felipe Massa mengalami kecelakaan hebat di
GP Hungaria, namun dikarenakan menderita cedera leher akibat kecelakaan saat balapan motor, Schumi akhirnya mengurungkan niatnya untuk turun kembali di F1. Akhir 2009 Schumi kemudian santer diberitakan akan kembali membalap di ajang F1 untuk musim 2010 bersama tim Mercedes. Rumor tersebut akhirnya menjadi kenyataan di akhir Desember 2009 ketika Schumi mengumumkan bahwa ia akan bergabung bersama
Mercedes GP selama tiga musim (2010-2012).
[12]
Kehidupan pribadi
Michael Schumacher, yang lahir tanggal
3 Januari 1969 di
Hürth,
Nordrhein-Westfalen,
Jerman, merupakan putra pertama dari pasangan Rolf Schumacher dan Elizabeth. Ayahnya, Rolf merupakan seorang marshall disebuah trek
gokart di Kerpen. Dari sinilah ketertarikan Schumi terhadap dunia balap tumbuh, dan dari sinilah kelak, seorang anak ingusan tumbuh besar menjadi salah satu tokoh dunia paling disegani yang tercermin dari masuknya ia dalam urutan "Top 100"
majalah Forbes dua kali, yaitu urutan ke-15 edisi "Selebriti Berpengaruh di
Abad 20" (terbit: 2001)
[13] dan urutan ke-17
"The Power of Celebrity 100" (terbit: 2005).
[14]
Pada tahun
1975, lahirlah sang adik yang kemudian dinamai
Ralf Schumacher. Saat itu Schumi juga suka bermain
sepak bola. Kebetulan markas
FC Köln tidak jauh dari kediaman Schumi dan Ralf, sehingga kakak beradik ini mendapatkan pelajaran sepak bola dari kiper tim nasional Jerman sekaligus kiper utama FC Koln saat itu,
Toni Schumacher. Sewaktu kecil, Schumi lebih banyak bermain sebagai
kiper di tim sepak bola lokal daerahnya, dan kemudian lama-kelamaan ia beralih menjadi seorang
striker. Saat ini, ia juga masih sering bermain sepak bola. Bersama beberapa pesepakbola professional seperti
Ronaldo,
Zinedine Zidane,
Pavel Nedved, dan
Alessandro Del Piero, Schumi sempat mengadakan pertandingan
amal, dengan tim yang diisi para atlet seperti
Boris Becker,
Roger Federer, dan
Valentino Rossi. Turun sebagai pelatih dalam pertandingan amal tersebut adalah bos Schumi di Ferrari,
Jean Todt sebagai pelatih tim atlet Schumi (dengan bimbingan langsung dari pelatih Juventus saat itu
Marcello Lippi), dan
Pele sebagai pelatih untuk tim pesepakbola professional.
[15][16] Selain itu, Schumi dan Rubens Barrichello juga pernah hadir di final
Liga Champions musim 2002-03 antara
AC Milan vs.
Juventus di stadion
Old Trafford,
Manchester,
Inggris. Dan mereka berdua mendukung
Juventus sebagai salah satu anak perusahaan
FIAT yang juga membawahi tim Ferrari, sayangnya Juve kalah via adu penalti.
Schumi dalam sebuah acara promosi di
Frankfurt tahun 2007.
Pada usia 9 tahun, Michael mulai turun di kejuaraan gokart lokal. Lalu pada usia 16 tahun, di kala ia masih duduk di bangku
sekolah, Schumi kerap membantu adiknya dalam balapan gokart. Kala itu, Schumi menjadi mekanik dari gokart yang ditunggangi oleh adiknya.
[17] Schumi pun lantas sempat mencoba bangku kuliah di sela-sela karier balapnya, namun impiannya menjadi seorang sarjana pupus setelah ia memutuskan untuk berkonsentrasi di arena balap. Dan siapa yang menyangka bahwa dari sinilah kelak nama Michael Schumacher akan di kenal luas oleh dunia.
Schumi adalah seorang penyayang
binatang. Ia mempunyai lima ekor
anjing di rumahnya. Salah satunya merupakan anjing pungut, yang ia ambil dari Brazil, ketika berlangsungnya
GP Brazil tahun 1997. Dan kini, anjing yang beri ia nama "Flo" tersebut masih tetap setia tinggal bersama Schumi di Swiss. Nama "Flo" merupakan plesetan dari kata
bahasa Jerman, "Flea", yang berarti kutu, dan memang di tubuh Flo saat pertama kali ia pungut, dipenuhi oleh banyak kutu. Selain anjing, Schumi juga memiliki seekor
kura-kura. Kura-kura tersebut adalah pemberian
Mika Hakkinen, yang merupakan seorang pecinta kura-kura. Oleh Schumi, kura-kura tersebut kemudian diberi logo sponsor pribadinya, Deutsche Vermogensberatung, supaya mudah ditemukan bila ia hilang.
[18]
Schumi menikah dengan Corrina pada pertengahan 1995, dan mempunyai dua anak, Gina Maria (lahir tahun 1997) dan Mick (lahir tahun 1999). Sebelumnya, Corrina adalah mantan pacar dari
Heinz-Harald Frentzen. Pasangan ini sempat menetap di Monaco, namun Schumi lebih memilih untuk mengasingkan keluarganya dari dunia selebritis,
[19] hingga akhirnya ia memilih untuk menetap di Swiss bertetangga dengan
Felipe Massa dan
Jean Alesi.
Untuk urusan musik, Schumi adalah fans penyanyi legendaris
Frank Sinatra. Lagu favoritnya adalah "My Way", ia menganggap bahwa beberapa bait lirik dari lagu itu mempunyai pengertian yang mendalam bagi hatinya. Di luar balap mobil, Schumi juga adalah seorang penggemar sepeda motor, bahkan dia lebih senang mengendarai motor saat datang dari hotel ke sirkuit. Teman dekatnya dari ajang balap motor adalah
Michael Doohan,
Valentino Rossi[20], dan
Casey Stoner.
[21]
Schumi, sejak awal kariernya telah mempunyai beberapa sponsor pribadi. Pertama saat ia turun di Sportscar, ia di dukung penuh oleh
Mercedes-Benz. Hal ini sempat menjadi pertimbangan bagi
Ron Dennis saat akan merekrutnya di akhir 1995, ketika tim McLaren berkerjasama dengan pabrikan Mercedes-Benz. Namun karena gaji Schumi yang terlalu mahal, akhirnya Ron memutuskan untuk tidak merekrut Schumi.
Sejak 1996 Deutsche Vermogensberatung resmi menjadi sponsor Schumi. Awalnya sponsor tersebut memajang namanya di helm dengan nama "DVAG". Namun mereka kemudian memutuskan untuk menulis nama sponsorshipnya secara lengkap, karena takut akan tersaru dengan sponsor Schumi sebelumnya yaitu DEKRA. Mulai 1998 Deutsche Vermogensberatung memindahkan tempat sponsorshipnya dari helm ke topi. Sponsorship ini masih bertahan hingga saat ini.
[22][23] Selain Deutsche Vermogensberatung, produsen
jam tangan Omega juga menjadi salah satu sponsor Schumi. Selain Schumi, Omega juga memakai dua bintang serial waralaba
James Bond 007, yaitu
Pierce Brosnan dan kini
Daniel Craig sebagai duta mereka. Omega menjadi sponsor pribadi Schumi sampai akhir tahun 2009. Sponsor lainnya yang juga memakai Schumi sebagai bintang iklannya adalah produsen kosmetik Loreal. Untuk sponsorship yang satu ini, Schumi sempat keki saat suaranya yang diucapkan dalam
bahasa Jerman disulih kedalam
bahasa Inggris, dan hal ini kemudian membuat pihak Loreal memutuskan bahwa untuk Schumi akan ada pengecualian khusus, yaitu suara yang dipakai dalam iklannya akan memakai suara asli Schumi, dan tidak akan disulihkan kedalam bahasa Inggris.
[24]
Untuk kegiatan amal, Schumi diangkat menjadi duta
UNESCO sejak 1995.
[25] Tugasnya di UNESCO adalah membantu pengembangan pendidikan masyarakat di beberapa negara tertinggal.
Karier awal
Michael Schumacher memulai karier balapnya saat usia 7 tahun. Dikarenakan pihak otoritas
Jerman hanya memberikan SIM balapan jika seseorang sudah berusia 14 tahun, Schumi kemudian berpindah tempat ke
Luxemburg pada tahun 1981, dan ia berhasil mendapatkan SIM balapan resmi untuk pertama kalinya.
[26] Kemudian pada 1984, Schumi akhirnya berhasil mendapatkan SIM balapan dari Jerman setelah ia memenangi Kejuaraan Kart Junior Jerman. Ia lantas bergabung dengan Eurokart yang dimiliki Adolf Neubert tahun 1985. Pada 1986, Schumi memenangi dua kejuaraan gokart sekaligus, yaitu Kejuaraan Nasional Jerman, dan Kejuaraan Gokart
Eropa. Schumi bertahan di ajang gokart sampai akhir tahun 1987.
Karier
single seater pertana Schumi setelah gokart adalah pada ajang Formula Koenig pada tahun
1988, selain di Formula Koenig dimana ia berhasil menjadi juara umum pada tahun pertamanya. Schumi belakangan juga turun di ajang Formula Ford 1600 dan Formula Ford Jerman pada tahun yang sama.
[27] Hasil di Formula Ford 1600 adalah menjadi runner-up di belakang mantan pembalap
Sauber dan
Toyota,
Mika Salo. Sementara di Formula Ford Jerman ia hanya mampu menduduki posisi 6 klasemen. Di akhir tahun Schumi juga turun di ajang
F3 Makau Grand Prix, namun ia gagal finish dalam balapan pertamanya di ajang F3 Makau GP tersebut.
Pada tahun
1989, Schumi kemudian turun di seri
Formula 3 Jerman, dengan bergabung dengan WTS Formula 3 Team milik Willi Weber. Hasil akhirnya cukup baik dimana ia berhasil finish di posisi ketiga klasemen, di bawah
Heinz-Harald Frentzen dan
Karl Wendlinger. Tahun berikutnya giliran Schumi yang naik menjadi juara umum di ajang F3 Jerman. Kemudian pada akhir tahun, Schumi kembali lagi turun di ajang F3 Makau GP. Di sini ia kemudian bertemu dengan seorang pembalap yang kelak akan menjadi rival sekaligus teman baiknya,
Mika Hakkinen. Benih-benih persaingan Schumi dan Hakkinen sudah mulai terlihat saat itu, dimana ketika lomba berlangsung, Schumi menjadi aktor utama atas insiden Mika yang saat itu menabrak dinding, dimana atas kejadian tersebut
safety car keluar mengawal pembalap, dan turut membantu Schumi meraih gelar juara perdananya di ajang F3 Makau GP.
Schumi juga piawai di ajang Sportcar. Pada 1990 sembari ia membalap di F3 Jerman, ia masuk menjadi anggota tim Mercedes Junior di tim Sauber untuk turun di ajang World Sportscar Championship
[28], dimana kemudian ia menjadi juara di
Meksiko. Pada tahun yang sama, ia juga memulai debutnya di ajang
Formula 3000 Jepang, dan ia menduduki peringkat kedua di
Sugo, Jepang.
[27] Ia hanya turun satu balapan di ajang tersebut, karena ia kemudian dipanggil oleh
Eddie Jordan untuk turun di ajang Formula 1.
Karier Formula Satu
1991: Jordan Grand Prix
Pada Agustus 1991, Schumi memulai debutnya di F1. Ia bergabung bersama tim
Jordan di
GP Belgia, menggantikan
Bertrand Gachot yang sedang di hukum oleh
kepolisian Inggris akibat ulahnya yang menyemprot seorang sopir
taksi di
London dengan gas CS.
Eddie Jordan (EJ) berhasil mendapatkan Schumi yang saat itu masih bergabung bersama Mercedes-Benz, untuk bisa turun di F1, Eddie lantas membayar konpensasi kepada Mercy sebesar $150,000.
[29] Dalam debutnya, Schumi menempati grid ketujuh dalam kualifikasi, dan saat balapan ia berhasil melakukan start dengan gemilang, tetapi kemudian ia namun gagal menyelesaikan balapan akibat kerusakan kopling di akhir lap pertama.
[30] Itu merupakan satu-satunya balapan F1 Schumi bersama tim Jordan, sebelum akhirnya pindah ke tim
Benetton.
1991–1995: Benetton Formula
Tahun pembelajaran
Dua minggu setelah debut yang mengesankan bersama tim Jordan, secara mengejutkan
Flavio Briatore (dengan bantuan
Bernie Ecclestone) menarik masuk Schumi ke tim Benetton. Sebenarnya, EJ tidak setuju dengan jalan yang ditempuh Flavio tersebut.
[31] Namun niatnya untuk menuntut Benetton pupus setelah Bernie Ecclestone menawarkan jalan tengah, yaitu sebuah kontrak pasokan mesin gratis dari
Yamaha untuk tim EJ di musim 1992. Flavio lantas secara kontroversial menggeser posisi
Roberto Moreno ke kursi test driver, dan menggantikannya dengan Schumi. Schumi lantas mendapat banyak mendapat pelajaran berharga dari mantan juara dunia
Nelson Piquet. Balapan perdananya bersama Benetton adalah di
GP Italia, di balapan tersebut Schumi meraih poin perdananya di ajang F1, bahkan ia pun mengalahkan Nelson Piquet, baik di kualifikasi, maupun di race. Flavio kemudian berkomentar bahwa suatu saat nanti pembalap barunya ini akan menguasai dunia balap F1,
"Kita tunggu saja waktunya", ujar Flavio waktu itu.
Tahun 1992, dirinya mampu menaiki podium sebanyak 8 kali, salah satunya adalah kemenangan pertamanya di
GP Belgia dalam kondisi hujan deras, ia pun lantas mendapatkan julukan
rain master oleh kalangan paddock berkat aksinya yang memukau di balapan tersebut.
[32][33][34][35] Di akhir musim, Schumi menempati peringkat ketiga klasemen pembalap dengan 53 poin.
Pada 1993, Schumi kembali menunjukkan bakatnya sebagai calon pembalap besar. Namun, pada tahun itu Schumi hanya menang sekali di
Portugal. Itupun setelah melalui perjuangan keras melawan duo
Williams (
Alain Prost dan
Damon Hill).
[36] Posisi klasemen akhir Schumi adalah ke-4 dengan 52 poin.
Menjadi juara dunia
Pada 1994, tanda-tanda Schumi akan mendominasi musim mulai terlihat setelah ia memenangi tiga seri awal, yaitu di
Brasil,
Pasifik, dan
San Marino. Dalam tiga balapan tersebut, saingan beratnya,
Ayrton Senna mengalami beragam masalah. Dan yang paling parah adalah ketika di
Imola,
San Marino, saat Ayrton Senna tewas akibat kecelakaan.
[37]
Setelah kematian Senna, aksi brilian Schumi makin tak terbendung. Bahkan ia merebut pole pertamanya di
Monaco, dengan mudah pula ia mengalahkan
Mika Hakkinen yang duduk di posisi kedua saat kualifikasi. Lantas ia sempat dihukum larangan tampil di dua balapan, akibat insiden muslihat di
GP Inggris kepada
Damon Hill. Namun hal itupun tidak cukup untuk mengalahkan Schumi. Ia lantas mengalahkan Damon Hill dalam perebutan gelar juara dunia di akhir musim hanya dengan selisih satu poin, setelah sebelumnya mengalami insiden yang kontroversial di
GP Australia, di
Adelaide.
[38] Dengan hasil tersebut, Schumi akhirnya berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, sekaligus pula menjadi gelar dunia pertama untuk tim Benetton.
Pada 1995, dengan dibantu mesin
Renault yang sama seperti yang dipakai oleh tim Williams, Schumi mendominasi musim bersama rekan setimnya
Johnny Herbert. Kemenangan terbaik Schumi diraih di
GP Belgia, dimana ia dengan nekat melajukan mobilnya yang start dari posisi 16 menuju tangga kemenangan dengan memakai ban kering di tengah trek yang basah. Ia sempat bersenggolan dengan
Damon Hill di tikungan Las Combes, namun malah Hill yang terkena penalty stop and go.
Momen unik Schumi pada tahun 1995 adalah saat mobilnya mengalami masalah di
GP Kanada. Sadar bahwa ia tidak akan menang, ia lantas memberi jalan kepada
Jean Alesi untuk meraih kemenangan perdananya di Formula 1. Schumi kemudian membonceng Jean Alesi dalam selebrasi
victory lap sebagai tanda bahwa ia ikut senang atas kemenangan pertama Jean Alesi. Kemenangan Alesi di GP Kanada 1995 tersebut kemudian menjadi satu-satunya kemenangan Alesi selama ia berkarier di ajang F1.
Setelah sembilan kali menang di musim 1995, Schumi merebut mahkota juara dunia untuk yang kedua kalinya ditahun tersebut. Dan dengan usianya yang baru menginjak 26 tahun, Schumi merupakan pembalap termuda sepanjang sejarah yang mampu meraup dua gelar juara dunia (sebelum dipecahkan oleh
Fernando Alonso pada tahun 2006 dan kemudian dipecahkan lagi oleh
Sebastian Vettel pada tahun 2011).
1996–2009: Scuderia Ferrari
Reformasi dan pembangunan tim
Awal
Agustus 1995, rumor kepindahan Schumi ke
Ferrari ramai diperbincangkan oleh publik. Sebelumnya, ia juga sempat dihubung-hubungkan dengan
McLaren, apalagi karena sewaktu ia muda, ia banyak dibimbing oleh
Mercedes-Benz, yang kini memperkuat tim McLaren.
[39]
Akhirnya setelah lama bernegoisasi, Schumi setuju untuk pindah ke Ferrari yang saat itu terbilang sebagai tim dengan penampilan terburuk. Ia lantas di beri kebebasan oleh tim untuk menentukan siapa rekan setimnya. Ia lantas memilih
Eddie Irvine. Selain itu, ia juga sempat menuntut agar Ferrari mau merekrut para mekaniknya di Benetton dulu seperti
Ross Brawn dan
Rory Byrne, tetapi baru di musim 1997-lah, Brawn dan Byrne bisa ditarik ke Ferrari.
[40][41] Kuartet Schumi, Brawn, Byrne, dan Jean Todt kemudian menjadi kuartet terkuat dalam sejarah F1, seperti yang pernah dikatakan oleh Jackie Stewart.
[42][43]
Pada musim perdana di Ferrari (1996), Schumi hanya mampu menang tiga kali, selebihnya ia terhambat oleh mobil
Ferrari F310 karya
John Barnard yang kurang kompetitif. Bahkan kekecewaannya memuncak di
GP Perancis saat Ferrari yang ditungganginya meledak saat lap pemanasan, padahal ia start dari pole. Namun ia masih bisa menghibur publik Italia melalui kemenangan spektakuler di trek basah
Barcelona dan di kandang Ferrari,
Monza. Gelar juara dunia tahun 1996 diambil oleh rivalnya, Damon Hill dari Williams.
Pada
1997, dengan kedatangan Ross Brawn dan Rory Byrne, Schumi nyaris menjadi juara dunia, ia sangat kompetitif di musim tersebut. Sayang beberapa insiden yang melibatkan dirinya dengan
Ralf Schumacher (di
Nurburgring), dan yang paling menyakitkan dengan
Jacques Villeneuve (di GP terakhir di
Jerez) memupuskan impian Schumi untuk menjadi juara dunia.
[44] Bahkan akibat insiden Jerez, seluruh poin yang diraih Schumi di musim tersebut dihapus oleh FIA. Selain itu, Schumi pun dikenai hukuman community service selama 60 jam.
[45][46]
Pada 1998 ia mendapat rival baru (sebenarnya bukan baru), yaitu McLaren yang kali ini bangkit dari tidurnya bersama
Mika Hakkinen. Dengan dukungan mobil karya
Adrian Newey dan ban
Bridgestone, Mika Hakkinen bersama McLaren mendominasi musim tersebut. Schumi bersama mobil
Ferrari F300 (yang memakai ban
Goodyear) bukannya tidak mampu melawan, tetapi beberapa insiden kembali mewarnai karier Schumi. Salah satunya adalah kasus ban bocor di balapan terakhir musim 1998 di
Suzuka, Jepang.
Tahun
1999, Schumi mengawali musim dengan baik. Ia menang di
San Marino dan
Monaco. Namun di
GP Inggris di Silverstone, ia mengalami kecelakaan hebat di lap pertama, dan harus beristirahat untuk beberapa bulan akibat patah kaki.
[47] Menurut keterangan dari majalah F1 Racing, kecelakaan tersebut terjadi karena Schumi megerem secara mendadak mobilnya saat
Ross Brawn memberitahukan bendera merah akibat insiden di grid. Sebagai usaha penyembuhan cedera kakinya, ia bersama Jean Alesi lantas bertemu dengan
Paus Yohannes Paulus II di
Vatikan. Rekan satu tim Schumi yaitu
Eddie Irvine, kemudian tampil sebagai penantang gelar juara dunia, dimana ia nyaris mencuri gelar dari tangan Mika Hakkinen, namun gagal di balapan terakhir.
[48] Meskipun begitu, Ferrari berhasil menjadi juara konstruktor untuk pertama kalinya sejak 1983.
Kembali ke puncak
Di musim
2000, dengan ditemani oleh rekan setim yang baru, yaitu
Rubens Barrichello, dan mobil yang cukup kompetitif yaitu
F1-2000, Michael Schumacher berhasil menang di tiga balapan awal yaitu di
Australia,
Brasil, dan
San Marino. Memasuki pertengahan musim, Schumi sempat terlibat beberapa kecelakaan dengan
Ricardo Zonta (di
Austria) dan
Giancarlo Fisichella (di
Jerman), dan membuatnya harus turun peringkat ke posisi dua dalam klasemen. Namun lewat kemenangan hat trick di tiga balapan terakhir, ia akhirnya berhasil naik kembali ke posisi teratas klasemen, dan kemudian menjadi juara dunia bersama tim Ferrari di akhir musim (untuk pertama kalinya bagi Ferrari setelah 21 tahun).
[49] Ia juga menyamai rekor Ayrton Senna dengan menjuarai 41 lomba.
[50] Momen menarik di musim tersebut adalah pada saat
GP Belgia. Ketika balapan tingga tersisa 3 lap lagi, ia disalip dengan menawan oleh Mika Hakkinen. Seusai balapan, tampak wajah Schumi lesu dan geram, terlebih Mika Hakkinen datang dan menjelaskan aksinya tersebut pada Schumi. Namun uniknya, hanya dua jam setelah perayaan podium ia bersama Hakkinen kemudian tertangkap basah sedang menghisap
cerutu dan minum
bir di motorhome Ferrari.
[51]
Musim
2001 menjadi era besarnya dominasi Ferrari, mulai dari Australia hingga Jepang. Ia menang mudah di
Australia dan
Malaysia. Kemudian setelah gagal di
Brasil dan
San Marino, Schumi kembali menang di
Spanyol, dimana kemenangannya ia raih setelah Mika Hakkinen yang memimpin sampai lap terakhir tiba-tiba mengalami masalah mesin. Schumi yang berada di P2 (dan Juan Pablo Montoya di P3 bersama Jacques Villeneuve di P4) mendapatkan durian runtuh, dan sesaat setelah semua mobil masuk ke
parc ferme, Schumi terlihat meminta maaf kepada Mika yang terlihat lesu atas kejadian tersebut. Michael kemudian memecahkan banyak rekor dan merebut gelar juara dunia untuk yang keempat kalinya di
GP Hungaria, ketika masih ada empat balapan tersisa di musim itu. Ia menjadi pemegang rekor juara GP terbanyak, mengalahkan rekor
Alain Prost yang pernah menang 52 kali.
[52] Kemudian di
GP Italia, dengan masih diselimuti awan duka tragedi 11 September 2001, Schumi sebagai ketua Grand Prix Drivers Asociation lantas meminta semua pembalap untuk tidak menyalip di tikungan pertama dan kedua. Hanya tiga pembalap yang tidak setuju usulan Schumi tersebut, yaitu
Jacques Villeneuve,
Jenson Button, dan
Enrique Bernoldi. Sepanjang balapan, Schumi pun terlihat tidak fokus, dan hanya finish di P4 di bawah rekan setimnya sendiri, Rubens Barrichello yang ada di P2.
Pada
2002, balapan F1 menjadi terasa lebih mudah bagi Schumi. Dengan bagusnya performa mobil
Ferrari F2002 yang dikemudikan Schumi dan Rubinho, balapan demi balapan di musim 2002 menjadi mudah ditebak. Di
Australia, dengan mobil lama F2001, Schumi berhasil menjadi juara. Setelah gagal di
Malaysia, Ferrari kemudian meluncurkan F2002 di
Brasil, dan Schumi pun lagi-lagi menjadi juara. Pada balapan tersebut Schumi menang tanpa kibasan bendera finish karena
Pele yang berperan sebagai petugas pengibar bendera finish belum paham.
[53] Praktis setelah balapan memasuki
GP San Marino, hanya dua pembalap Ferrari-lah yang terlihat sangat kompetitif. Bahkan ketika F1 baru menjalani 11 race (di
Perancis), Schumi telah memastikan diri sebagai juara dunia 2002.
[54] Di sisa musim, Schumi kemudian membantu rekan setimnya sendiri,
Rubens Barrichello agar bisa duduk di posisi kedua klasemen pembalap, dan usahanya ini berhasil.
Di musim 2003, Michael Schumacher menorehkan sejarah; ia berhasil menjadi pembalap satu-satunya yang merebut gelar juara dunia sebanyak enam kali. Meskipun ditahun tersebut dia harus berjuang sampai GP terakhir setelah mendapat perlawanan keras dari
Kimi Raikkonen,
Fernando Alonso, dan
Juan Pablo Montoya. Sebelumnya di awal musim, Schumi bersama Ferrari mengawali musim 2003 dengan buruk.
[55][56][57] Schumi bahkan baru mencetak kemenangan di
San Marino. Di balapan tersebut, ibu Michael, Elizabeth, meninggal dunia tepat sesaat sebelum balapan. Michael menang balapan tersebut, dan kemenangannya kemudian didedikasikan untuk sang Bunda. Di balapan terakhir, di Suzuka, Jepang, Schumi hanya membutuhkan satu poin saja untuk menjadi juara. Di kualifikasi ia start di P14, sementara saingan utamanya,
Kimi Raikkonen start di P2. Schumi kemudian berhasil naik ke P8 dan mengamankan gelar juaranya, dengan dibantu Barrichello yang berhasil memenangi lomba dan menahan Raikkonen agar tetap diam di posisi kedua. Malamnya setelah balapan, Schumi melakukan tindakan memalukan, yang apesnya tersorot media. Di sebuah
hotel dirinya kemudian kepergok oleh media sedang melempar
TV dan
kulkas kecil dari kamar hotel dikarenakan mabuk.
Musim 2004 prestasi Ferrari kembali meningkat seperti musim 2002, Schumi kembali menjadi juara dunia dengan mudah. Bahkan Ferrari seakan tanpa lawan karena baik Schumi dan
Rubens Barrichello selalu mendominasi podium balapan dengan mudah. Ferrari pada tahun itu hanya kalah di
Monaco (oleh
Jarno Trulli –
Renault),
Spa (oleh
Kimi Raikkonen –
McLaren), dan
Interlagos (oleh
Juan Pablo Montoya –
Williams). Dengan gelar juara dunia di musim 2004 ini, Schumi kembali mempertajam rekornya sebagai satu-satunya pembalap F1 yang mampu meraup tujuh kali gelar dunia.
[58]
Berjuang di papan atas
Michael Schumacher menyapa pendukungnya di balapan terakhirnya bagi
Ferrari di
Brasil 2006.
Pada
2005, Schumi seakan loyo, dikarenakan performa ban
Bridgestone yang sedikit lebih buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meskipun Ferrari telah menyiapkan diri dengan baik, namun hal itu tampaknya tidak diikuti oleh ban yang bagus dari Bridgestone. Di tiga balapan awal Ferrari memakai mobil
F2004M, baru kemudian di San Marino Ferrari menurunkan mobil baru
F2005. Secara mengejutkan di balapan tersebut Schumi tampil melejit, dan ia bisa saja menang kalau tidak tertahan
Jarno Trulli di awal balapan. Sepanjang musim berjalan, Schumi hanya menang di
Amerika Serikat, itupun karena balapan hanya diikuti enam mobil (semuanya berban
Bridgestone).
[59] Sementara semua tim lawan yang memakai
Michelin memutuskan mundur dari lomba karena alasan keamanan. Di akhir musim Schumi berada di posisi tiga klasemen akhir di bawah
Fernando Alonso (
Renault) dan
Kimi Raikkonen (
McLaren).
[60]
Ferrari mulai memperbaiki diri di musim
2006. Schumi pun mendapat rekan setim yang baru, yaitu
Felipe Massa. Regulasi ban pun berubah, dengan kembali mengikuti format di musim 2004 dan sebelumnya, dan ini memberi peluang Bridgestone untuk membuat ban yang lebih bagus.
[61] Schumi pun berpeluang meraih gelar kedelapan apabila mesin Ferrari-nya tidak meledak di
Jepang. Schumi kemudian mengumumkan bahwa ia akan pensiun diakhir 2006
[62], dan
Kimi Raikkonen akan menggantikan posisinya di
2007.
[62][63] Balapan terakhir Schumi bersama Ferrari di
Brasil dipenuhi isak tangis jutaan fans F1 di seluruh dunia (baik yang suka ataupun benci padanya). Sadar tidak bisa meraih gelar kedelapannya setelah gagal di Jepang, Schumi mempertontonkan aksi terbaiknya. Start dari posisi 10 dan terlempar ke belakang akibat ban bocor, Schumi mampu menyikat semua lawannya hingga posisi empat.
[64][65][66] Balapan sendiri akhirnya dimenangi rekan setimnya,
Felipe Massa.
[67][68]
Duta Ferrari
Schumi saat turun tes untuk Ferrari di awal 2007.
Setelah pensiun dari pekerjaan sebagai pembalap Formula 1 di akhir 2006, Schumi masih aktif di F1 sebagai duta dan konsultan Ferrari secara tidak resmi.
[69] Sesekali dia pun datang ke sirkuit untuk melihat bagaimana perkembangan tim Ferrari pasca dirinya pensiun. Sebagai wujud penghargaan, wali kota Maranello kemudian mengabadikan nama Schumi sebagai nama salah satu jalan di sana. Ia menjadi pembalap Ferrari kedua setelah almarhum Gilles Villeneuve yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Maranello.
[70] Selain itu, PM Italia, Silvio Berlusconi, mengangkat Schumi sebagai duta besar kehormatan Italia. Uniknya di negara asal Michael, Jerman, pemerintah setempat masih ragu untuk memberikan penghargaan bagi Schumi, karena dirasa ia jarang tinggal di Jerman. Walaupun begitu, sebuah museum di kota kelahiran Schumacher bersaudara, Kerpen, telah didirikan untuk mengenang prestasi Michael dan Ralf.
Pertengahan 2009, dengan diawali kecelakaan mengerikan yang menimpa Felipe Massa di
GP Hungaria, pihak Ferrari sempat meminta agar Schumi kembali membalap mendampingi Kimi Raikkonen. Schumi pun tampak antusias dengan hal ini dan ia lantas mencoba mobil Ferrari F2007 di Mugello. Berita kembalinya Schumi membalap ini lantas di sambut gembira oleh
Bernie Ecclestone,
Fernando Alonso,
Lewis Hamilton, dan
Jenson Button.
[71][72] Tetapi saat Schumi menjalani tes kesehatan, dokter lantas mengumumkan bahwa Schumi belum layak untuk bisa kembali membalap yang sedianya akan dilakukan mulai
GP Eropa, karena di bagian leher Schumi ditemukan bekas luka kecelakaan balapan motor Superbike yang masih belum sembuh dengan benar. Akhirnya tim Ferrari kemudian memutuskan untuk menurunkan
Luca Badoer dan kemudian
Giancarlo Fisichella sampai akhir musim 2009.
2010–2012: Mercedes Grand Prix
Membalap kembali
Akhir musim 2009 nama Schumi kembali disebut-sebut akan kembali ke ajang F1 untuk musim 2010, namun kali ini bukan dengan tim Ferrari, melainkan dengan tim
Mercedes GP yang dikomandani oleh teman karibnya,
Ross Brawn.
[73] Eddie Jordan kemudian sempat berujar bahwa 75% Schumi akan kembali di 2010
[74], dan kemudian
Presiden Ferrari Luca Montezemolo menyatakan bahwa tim Ferrari mengikhlaskan Schumi kembali ke F1 walaupun bukan dengan tim Ferrari. Setelah lama menjadi spekulasi, akhirnya didapatkan kepastian bahwa Schumi akan kembali ke F1 pada
2010 bersama tim Mercedes
[75], dan ia akan bertandem bersama
Nico Rosberg.
[12] Schumi sendiri dikontrak oleh tim
Mercedes GP selama tiga musim dari 2010 sampai akhir 2012.
Pada balapan comeback pertamanya di
Bahrain Schumi harus puas dikalahkan rekan setimnya sendiri
Nico Rosberg yang mampu finish satu posisi diatas Schumi di P5. Selanjutnya di beberapa balapan, Schumi tampil angin-anginan dan kalah jauh dibandingkan Rosberg yang mampu meraih dua kali podium berurutan di
Malaysia dan
China. Selain itu dua kali juga Schumi membuat ulah saat balapan, yang pertama adalah saat ia menyalip
Fernando Alonso secara ilegal di
Monako yang berujung pada penalti penambahan waktu balapan Schumi sebanyak 20 detik dan yang paling heboh adalah saat ia memepet dan mencoba mencelakakan
Rubens Barrichello di
Hongaria yang berujung pada penalti turun posisi 10 grid di
Belgia. Meskipun tampil biasa saja sepanjang musim 2010 dan kerap kali disarankan untuk mengundurkan diri saja dari F1 oleh
Damon Hill dan
Alain Prost, dan bahkan sempat digosipkan akan digantikan oleh
Adrian Sutil atau
Kimi Raikkonen untuk musim 2011, Schumi memastikan ia akan tetap membalap untuk tahun
2011 dan mengklaim ia akan menjadi penantang gelar serius pada tahun tersebut. Schumi harus puas finish di P9 klasemen dengan 72 poin, dan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah kariernya, Schumi gagal membukukan satu kemenangan, podium, lap tercepat, dan bahkan juga pole position di musim 2010.
Musim
2011 kembali menjadi musim penuh perjuangan bagi Schumi setelah dirinya gagal finish di
Australia akibat terlibat insiden. Ia lantas berhasil finish P9 di
Malaysia dan kemudian berlanjut dengan finish P8 di
Cina dimana ia sempat bertarung keras dengan
Fernando Alonso di pertengahan lomba. Schumi sempat menunjukan kemajuan di
Kanada saat ia naik ke P2 selama beberapa lap sebelum akhirnya kandas karena kelemahan pada mobilnya. Memasuki pertengahan musim, desakan agar Schumi mengundurkan diri kembali muncul namun Schumi masih tetap fokus dan berkata bahwa ia ingin tetap membalap di F1 selama mungkin. Pada
GP Belgia yang menjadi event spesial "20 Tahun Keikursertaannya di F1"
[76], Schumi menunjukan penampilan terbaiknya saat berhasil naik dari P24 menuju P5 di akhir balapan.
[77] Di
Italia Schumi sekali lagi menunjukan apa yang seharusnya Mercedes GP keluarkan di musim 2011 saat menahan Lewis Hamilton di sepertiga awal lomba dan finish di P5 saat balapan berakhir. Sementara di
Singapura, Schumi harus rela tersingkir dari lomba usai bertabrakan dengan
Sergio Perez. Pada balapan selanjutnya di
Jepang, Schumi sempat memimpin lomba selama tiga lap, yang merupakan lap pertama yang ia pimpin sejak
Jepang 2006 sekaligus menjadi pembalap tertua setelah
Jack Brabham yang melakukannya di
1970.
[78] Ironisnya di
Korea, Schumi lagi-lagi apes setelah dirinya diseruduk
Vitaly Petrov. Usai finis P5 dan P7 di India dan Abu Dhabi dan tampil buruk di Brazil setelah diseruduk
Bruno Senna, Schumi finis di peringkat delapan klasemen 2011 dengan 76 poin.
Perjuangan terakhir dan pensiun lagi
Pada musim
2012 Schumi mengawali musim dengan baik saat ia start dari posisi empat di
Australia.
[79] Saat balapan berlangsung ia sempat naik ke posisi 3 sebelum akhirnya kandas akibat gangguan girboks.
[80] Schumi start ketiga di
Malaysia dan kedua di
Cina tetapi hanya mampu membawa satu poin saja dari dua balapan tersebut tepatnya ketika ia finis kesepuluh di Malaysia.
[81] Usai gagal di
Bahrain, Schumi kembali mengalami nasib nahas di
Spanyol saat ia terlibat insiden dengan
Bruno Senna dan menerima penalti turun posisi di
Monako. GP Monako seharusnya bisa menjadi kesempatan baik Schumi untuk meraih poin setelah berhasil meraih pole di kualifikasi sebelum kemudian ia turun posisi akibat penalti yang ia terima di Spanyol. Kesialan Schumi berlanjut di
Kanada saat ia tersingkir dari lomba akibat DRS yang macet.
Pada
GP Eropa, Schumi berhasil bangkit secara menakjubkan dan mampu meraih posisi finis ketiga usai
Pastor Maldonado dan
Lewis Hamilton bertabrakan.
[82] Ia sebenarnya terancam terkena penalti karena dugaan menggunakan DRS di daerah ilegal saat melawan
Mark Webber yang finis di posisi keempat. Dalam usia 43 tahun dan 173 hari, Schumi menjadi pembalap tertua setelah
Jack Brabham yang finis di posisi kedua
GP Inggris 1970. Schumi juga mencetak lap tercepat ke-77-nya di
GP Jerman di Hockenheim.
[83] Pada
GP Belgia ia menjadi pembalap kedua setelah mantan rekan setimnya
Rubens Barrichello yang mampu mencatatkan jumlah partisipasi dalam lomba F1 sebanyak 300 kali. Ia finis ketujuh di lomba tersebut.
Pada tanggal 28 September 2012 diumumkan bahwa
Lewis Hamilton akan menggantikan posisi Schumi di tim Mercedes GP mulai musim 2013.
[84] Berselang sepekan kemudian, Schumi akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari ajang F1 di akhir musim 2012 saat lomba F1 memasuki
seri Jepang.
[85] Pada
GP Brasil, Schumi mengakhiri karier F1-nya dengan meraih posisi ketujuh. Secara keseluruhan, Schumi berada di posisi ke-13 klasemen akhir musim 2012.
Kontroversi
Kehidupan di luar trek balap
Debut balap motor
Schumi, dengan menggunakan nama samaran Marcel Niederhausen, saat turun di balapan motor lokal Jerman tahun 2008.
Pada bulan
April 2008, Schumi sempat mencoba motor
MotoGP Ducati Desmosedici di sirkuit Jerez,
Spanyol, bersama teman baiknya,
Casey Stoner. Kemudian di bulan
Mei, Schumi turun di ajang balapan Superbike di sirkuit Oschersleben. Sebelumnya, agar tidak menarik perhatian massa, ia memakai nama samaran Marcel Niederhausen. Tetapi niatnya itu tidak jadi dilaksanakan karena ada alasan dari pihak asuransi. Akhirnya ia tetap turun dengan menggunakan nama Michael Schumacher. Fans dan media kemudian berbondong-bondong memenuhi sirkuit yang berada di bagian Jerman Timur tersebut. Apesnya, ketika balapan Schumi malah terjatuh, dan beruntung ia tidak cedera sedikit pun.
[86][87] Schumi lantas menjelaskan kepada pers, bahwa ia hanya coba-coba saja turun di balap motor, dan tidak ada indikasi serius bahwa ia akan turun di ajang roda dua tersebut.
[88]
Bisnis properti
Kegiatan bisnis sebenarnya bukanlah hal baru bagi Schumi. Pada Juni 2003 ia sempat meluncurkan
kartu kredit edisi spesial dirinya yang didukung oleh Deutsche Vermogensberatung. Dengan hanya membayar iuran tetap sebanyak 100 ribu Euro, Anda sudah bisa berbelanja memakai kartu kredit Schumi.
[89] Hal ini kemudian ditiru oleh mantan rivalnya,
Jacques Villeneuve, yang meluncurkan kartu kredit sejenis di kawasan
Kanada pada
Agustus 2004.
[90]
Selain kartu kredit, pada bulan Desember 2007, Schumi kembali membuat berita. Kali ini ia dikabarkan akan membangun tujuh buah gedung pencakar langit di tujuh negara berbeda (masing-masing satu) untuk mengenang prestasinya sebagai juara dunia F1 tujuh kali. Gedung itu bernama lengkap "Michael Schumacher World Champion Towers". Selain dipakai untuk perkantoran, gedung ini rencananya juga akan dipakai untuk apartemen dan gelanggang olahraga mewah. Saat ini gedung yang pertama sudah dibangun di
Abu Dhabi, dan akan disusul di enam negara lain seperti
Monaco,
Singapura,
Turki,
Jerman,
Italia, dan
Cina. Ide pembangunan gedung ini berasal dari PNYG, sebuah perusahaan properti yang dimiliki oleh Joachim Swensson, yang juga merupakan teman baik Schumi.
[91]
Film
Pertama kali Michael Schumacher muncul di dunia film adalah saat ia tampil menjadi pengisi suara tamu dalam film animasi
Cars produksi
Walt Disney dan
Pixar Studios. Dimana sesi pengambilan suara Schumi, Alonso, dan Montoya diambil disela-sela menjelang
GP Amerika Serikat 2006. Dalam film tersebut, ketiga pembalap tadi bertemu dengan kompatriot mereka dari ajang
NASCAR seperti
Dale Earnhardt Junior,
Richard Petty,
Matt Kenseth,
Tony Stewart, dan
Jimmie Johnson.
Kemudian Schumi tampil lagi dalam film, namun kali ini bukan dalam film kartun, melainkan dalam film
action-live yang diambil dari komik terkenal dari
Perancis, Asterix dan Obelix. Film itu dibuat tahun 2008 dengan judul:
Asterix and Obelix at the Olympic Games (
fr: Astérix aux Jeux Olympiquess). Dalam film ini Schumi tampil bersama beberapa bintang asal Perancis seperti
Zinedine Zidane, dan mantan bosnya di Ferrari,
Jean Todt. Muncul pula dalam film tersebut aktor Belgia,
Jean Claude Van Damme.
Statistik
Musim ke musim